Artikel

Penny Grow has established itself as the go-to source for breaking technology services in wholesale and retail banking, capital markets, and insurance.

February 1, 2026

Isra Mi’raj: Kisah Peristiwa Isra dan Mi’raj, Perjalanan Penting

Sejarah Isra Miraj Nabi Muhammad SAW: Kronologi dan Hikmah Lengkap

Sejarah isra miraj merupakan mukjizat monumental yang dialami oleh Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa agung ini mencakup perjalanan vertikal dan horizontal yang melampaui batas dimensi ruang serta waktu. Melalui artikel ini, kita akan mengulas secara mendalam kronologi perjalanannya. Mulai dari keberangkatan dari Masjidil Haram hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Ringkasan Cepat (Quick Answer)

Sejarah isra miraj terbagi menjadi dua fase utama. Pertama adalah Isra, yaitu perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa. Kedua adalah Mi’raj, yaitu kenaikan Nabi ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha. Peristiwa ini bertujuan untuk memberikan kekuatan spiritual kepada Rasulullah sekaligus menerima perintah shalat lima waktu.

Poin Penting untuk Diingat (Key Takeaways):

  • Perintah Shalat: Shalat lima waktu adalah hadiah utama dari peristiwa ini.
  • Ujian Iman: Peristiwa ini membedakan orang yang benar-benar beriman dengan yang ragu.
  • Waktu Terjadi: Diyakini terjadi pada tanggal 27 Rajab di masa “Tahun Kesedihan”.
  • Kendaraan Cahaya: Buraq menjadi sarana transportasi dengan kecepatan luar biasa.
  • Penyucian Hati: Jibril menyucikan hati Nabi sebelum perjalanan dimulai.

Kronologi Lengkap Sejarah Isra Miraj

Sejarah isra miraj melibatkan dua fase perjalanan yang luar biasa. Fase pertama adalah Isra. Dalam fase ini, Allah SWT memperjalankan Nabi Muhammad ﷺ secara horizontal dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Perjalanan ribuan kilometer ini selesai dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an sebagai bukti nyata kekuasaan Allah.

Selanjutnya, fase kedua adalah Mi’raj. Ini merupakan perjalanan vertikal menembus tujuh lapis langit. Setelah tiba di Baitul Maqdis, Nabi Muhammad ﷺ naik hingga mencapai puncak tertinggi, yaitu Sidratul Muntaha. Di sanalah beliau bertemu langsung dengan Sang Pencipta tanpa perantara. Oleh karena itu, peristiwa ini menjadi simbol kemuliaan manusia pilihan Allah.

Sejarah Isra Miraj di Bulan Rajab: Konteks Amul Huzni

Dalam catatan sejarah islam, peristiwa ini terjadi pada tanggal 27 Rajab. Masa itu dikenal sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Saat itu, Nabi baru saja kehilangan istri tercinta, Khadijah, dan paman beliau, Abu Thalib.

Namun, Allah SWT tidak membiarkan Nabi dalam kesedihan yang berlarut. Allah memberikan perjalanan mulia ini untuk menghibur dan menguatkan hati beliau. Maka dari itu, bulan Rajab selalu dihormati sebagai momentum refleksi atas mukjizat tersebut. Kisah ini membuktikan bahwa di balik setiap kesulitan, Allah selalu menyediakan jalan keluar yang luar biasa.

Perjalanan di Luar Logika Manusia

Jika menggunakan logika murni, perjalanan dari Mekah ke Yerusalem pada masa itu memakan waktu berbulan-bulan. Tetapi, dalam sejarah isra miraj, jarak tersebut ditempuh hanya dalam semalam. Hal ini tentu mengguncang akal kaum kafir Quraisy pada saat itu.

Meskipun demikian, bagi umat Islam, peristiwa ini adalah ujian keimanan. Di Masjidil Aqsa, Nabi Muhammad ﷺ bertindak sebagai imam bagi para nabi terdahulu. Peristiwa ini menyatukan sejarah kenabian dalam satu titik suci. Selain itu, hal ini mengajarkan bahwa iman harus berada di atas nalar manusia yang terbatas.

Pertemuan dengan Para Nabi di Langit

Selama proses Mi’raj, Nabi melewati lapisan langit dengan penuh kemuliaan. Beliau bertemu dengan beberapa nabi besar, di antaranya:

  • Langit 1: Nabi Adam AS.
  • Langit 2: Nabi Yahya dan Nabi Isa AS.
  • Langit 3: Nabi Yusuf AS.
  • Langit 6: Nabi Musa AS.
  • Langit 7: Nabi Ibrahim AS di Baitul Ma’mur.

Setiap pertemuan tersebut memberikan kekuatan baru bagi Rasulullah. Beliau mendapatkan pengakuan sebagai penutup para nabi (Khatamun Nabiyyin).

Perintah Shalat 5 Waktu di Sidratul Muntaha

Puncak dari sejarah isra miraj adalah penerimaan perintah shalat. Awalnya, Allah mewajibkan shalat sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam. Namun, atas saran Nabi Musa AS, Rasulullah memohon keringanan berkali-kali.

Akhirnya, ditetapkanlah perintah shalat lima waktu. Meskipun jumlahnya berkurang, Allah menjanjikan bahwa nilai pahalanya tetap setara dengan 50 waktu. Oleh sebab itu, shalat menjadi tiang agama dan “oleh-oleh” spiritual paling berharga bagi umat Islam.

Kesimpulan: Makna bagi Umat Islam Saat Ini

Memahami sejarah isra miraj bukan sekadar mendengarkan cerita sejarah. Sebaliknya, peristiwa ini harus menjadi sumber inspirasi untuk memperkuat ibadah. Shalat adalah “Mi’raj-nya” orang mukmin. Sebagaimana Nabi bertemu dengan Allah, kita pun “bertemu” Allah melalui sujud-sujud kita.

Maka dari itu, peringatan setiap 27 Rajab harus memicu kita untuk memperbaiki kualitas ibadah. Mari kita jaga amanah shalat lima waktu ini sebagai bentuk syukur atas pengorbanan Rasulullah ﷺ.

Ingin memperdalam pengetahuan agama Anda? Simak artikel terkait lainnya.